Satu mobil di Swiss berhenti mendadak ketika keempat bannya copot dalam waktu
bersamaan di jalan raya. Sebelum insiden ban lepas itu, mobil itu baru saja berhenti
dan semua penumpangnya menukar ban musim dingin dengan ban musim panas.
Namun, para penumpang tersebut menggunakan baut yang keliru. Akibatnya,
empat ban copot bersamaan. Agar kita mengalami kemajuan, maka kita juga
butuh empat roda.
1.Roda doa: Doa itu sangat penting dalam kehidupan orang Kristen. Tuhan Yesus
sendiri, walau super sibuk, Dia selalu meluangkan waktu untuk berdoa, entah itu pada
malam hari setelah bekerja keras seharian penuh (Mat. 14:23, Mrk. 6:46, Yoh. 6:15)
Atau pagi-pagi sekali (Mrk. 1:35, Luk.4:42, Luk. 9:18)
2.Roda Hidup di hadirat Allah. Selain berjumpa lewat doa pribadi, kita juga perlu
menyadari kehadiran Allah secara terus-menerus dalam hidup keseharian kita.
Seringkali kita tidak menyadari kehadiran Allah, padahal sesungguhnya Allah itu
Mahatahu dan Mahahadir (Mazmur 139:7-10).
3.Roda hidup dalam Kasih. Di hadapan Allah setiap perbuatan tidak diukur
berdasarkan besar dan prestasi lahiriah, tetapi diukur dari cinta kasih yang menjiwainya.
Paulus menulis, "Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan
sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah." (1 Kor. 10:31).
4.Roda Bimbingan Roh Kudus. Tanpa Roh Kudus kita tidak dapat berbuat apa-apa.
Itu sebabnya rasul Paulus kepada jemaat di Korintus bahwa untuk mengakui Yesus
adalah Tuhan kita membutuhkan Roh Kudus (1 Kor. 12:30.
bersamaan di jalan raya. Sebelum insiden ban lepas itu, mobil itu baru saja berhenti
dan semua penumpangnya menukar ban musim dingin dengan ban musim panas.
Namun, para penumpang tersebut menggunakan baut yang keliru. Akibatnya,
empat ban copot bersamaan. Agar kita mengalami kemajuan, maka kita juga
butuh empat roda.
1.Roda doa: Doa itu sangat penting dalam kehidupan orang Kristen. Tuhan Yesus
sendiri, walau super sibuk, Dia selalu meluangkan waktu untuk berdoa, entah itu pada
malam hari setelah bekerja keras seharian penuh (Mat. 14:23, Mrk. 6:46, Yoh. 6:15)
Atau pagi-pagi sekali (Mrk. 1:35, Luk.4:42, Luk. 9:18)
2.Roda Hidup di hadirat Allah. Selain berjumpa lewat doa pribadi, kita juga perlu
menyadari kehadiran Allah secara terus-menerus dalam hidup keseharian kita.
Seringkali kita tidak menyadari kehadiran Allah, padahal sesungguhnya Allah itu
Mahatahu dan Mahahadir (Mazmur 139:7-10).
3.Roda hidup dalam Kasih. Di hadapan Allah setiap perbuatan tidak diukur
berdasarkan besar dan prestasi lahiriah, tetapi diukur dari cinta kasih yang menjiwainya.
Paulus menulis, "Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan
sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah." (1 Kor. 10:31).
4.Roda Bimbingan Roh Kudus. Tanpa Roh Kudus kita tidak dapat berbuat apa-apa.
Itu sebabnya rasul Paulus kepada jemaat di Korintus bahwa untuk mengakui Yesus
adalah Tuhan kita membutuhkan Roh Kudus (1 Kor. 12:30.



