Manakah lebih mudah, mati bagi Tuhan atau hidup bagi Tuhan?. Demikian seorang pendeta,
di suatu ibadah. Malam hari itu dalam hati saya menjawab, keduanya sulit, tidak ada pilihan.
Saya kemudian mendengar Pendeta tersebut meneruskan kalimatnya, memang keduanya
sulit, tetapi lebih mudah mati bagi Tuhan di banding hidup bagi-Nya.
Berhadapan dengan maut, kita mungkin hanya sekali saja membuat pilihan bagi Tuhan,
tetapi menjalani hidup bagi Tuhan bisa terbentang ribuan pilihan. membuat satu pilihan saja
tidak mudah apalagi menghadapi banyak pilihan. Tetapi kitab Roma berkata bahwa ia yakin
''baik maut maupun hidup..''. Yah, baik maut maupun hidup Yesus lebih besar dari keduanya.
Kita mungkin bukan tandingan maut ataupun hidup, sebab kita tidak berkuasa atas
keduanya. Kita tidak dapat mengendalikan apa yang terjadi di hidup kita, tetapi Yesus tetap
berkuasa bahkan dalam situasi yang paling di luar kendali sekalipun yang dapat terjadi
di hidup kita. Sebab Yesus lebih besar dari hidup.
di suatu ibadah. Malam hari itu dalam hati saya menjawab, keduanya sulit, tidak ada pilihan.
Saya kemudian mendengar Pendeta tersebut meneruskan kalimatnya, memang keduanya
sulit, tetapi lebih mudah mati bagi Tuhan di banding hidup bagi-Nya.
Berhadapan dengan maut, kita mungkin hanya sekali saja membuat pilihan bagi Tuhan,
tetapi menjalani hidup bagi Tuhan bisa terbentang ribuan pilihan. membuat satu pilihan saja
tidak mudah apalagi menghadapi banyak pilihan. Tetapi kitab Roma berkata bahwa ia yakin
''baik maut maupun hidup..''. Yah, baik maut maupun hidup Yesus lebih besar dari keduanya.
Kita mungkin bukan tandingan maut ataupun hidup, sebab kita tidak berkuasa atas
keduanya. Kita tidak dapat mengendalikan apa yang terjadi di hidup kita, tetapi Yesus tetap
berkuasa bahkan dalam situasi yang paling di luar kendali sekalipun yang dapat terjadi
di hidup kita. Sebab Yesus lebih besar dari hidup.



.jpg)
0 komentar:
Posting Komentar